RIWAYAT HIDUP S. MARIA AGNES LIKO WATHUN, RVM
“Hidup adalah sebuah ziarah. Manusia adalah peziarah (homo viator). Hidup adalah perjalanan spiritual dan eksistensial dari awal kehidupan hingga akhir kehidupan. Dalam ziarah itu manusia mencari makna, tujuan dan kebahagiaan sejati. Seringkali perjalanan spiritual menuju tujuan ditandai oleh aneka tantangan. Tantangan itu menuntut sang peziarah untuk membedakan keinginan duniawi/fana dari keinginan surgawi/kekal.” Demikian kutipan dari tulisan S. Maria Agnes Liko Wathun atau yang biasa di sapa dengan S. AGIE
Perjalanan kehidupan S. Maria Agnes Liko Wathun berawal di Lerek, Lembata tempat ia dilahirkan pada tanggal 08 Agustus 1957. Ia anak bungsu dari 6 bersaudara, 3 laki-laki dan 3 perempuan.
1. Stefanus Dai Wathun (Br. Dami, SVD) (almarhum)
2. Albertha Jaga Wathun
3. Maximus Laga Wathun (kedua orang anak kembar dari bapak Maksi bergabung juga dalam Kongregasi RVM yaitu S. Maria Margaretha Teti Wathun dan S. Maria Elisabeth Tati Wathun)
4. Katarina Gelole Wathun
5. Mikhael Bala Wathun
6. Maria Ana Rewot Wathun
Ayahnya bernama Andreas Wadan Wathun (almarhum) yang adalah seorang guru SD dan ibunya bernama Sesilia Genewat Tukan (almarhumah) seorang ibu rumah tanggal yang ulet dan tekun. Ia dibaptis pada tanggal 18 September 1957 di Gereja Cordis Jesu, Lerek, Lembata. menerima Sakramen Komuni Pertama pada tanggal 15 Agustus 1966 dan Sakramen Krisma pada tanggal 15 Oktober 1967 di Gereja yang sama tempat ia di Baptis.
S. Maria Agnes Liko Wathun menyelesaikan pendidikan
Ø Sekolah Dasar di SD Katolik Atawolo, Lembata pada tahun 1967-1971
Ø SMP Santo Pius X, Lewoleba, Lembata pada tahun 1971-1973
Ø SMA Swastika, Lewoleba, Lembata pada tahun 1073-1976
Ø KULIAH di Universitas Nusa Cendana Ende, Flores mengambil Program Pendidikan, Jurusan Bahasa Indonesia pada tahun 1977-1980.
Ø Post Graduate Studies S2 di Santo Tomas University Espana, Manila-Filipina, Jurusan Bimbingan dan Konseling pada tahun 1997-tahun 2000
Ø mengikuti kursus untuk “Family Dinamics and Counceling di Cefam-Ateneo de Manila University Campus Quezon City tahun 2011
Ø Kursus “Pembimbing Retret” di Santo Ignasius Girisonta 2016
RIWAYAT PANGGILAN
Dalam refleksinya ia menulis “Saya mendengar bisikan-Nya, halus, menyentuh relung-relung hati dan keputusan saya adalah menjawabi panggilan-Nya. Sungguh! Ada semacam ketenangan pikiran dan kedamaian di hati. Rencana saya bulat, mengatur strategi perpisahan, melepas-pergikan sekolah, anak-anak murid dan rekan-rekan kerja. Saya meninggalkan segalanya, keluarga, teman-teman, pekerjaan, dan….masuk biara. Cinta Tuhan lebih kuat dari neraka; Dia mendekatkan diri kepadaku dan mengundangku untuk meninggalkan segalanya dan mengikuti-Nya.”
Ia bersama temannya Martha Toto Nuban (+), mengikuti pembinaan awal hidup membiara sebelum diterima secara resmi. Banyak hal yang dilakukan, berdoa dan bekerja dan dengan setia dan tekun mengikuti masa persiapan sehingga pada hari dan tanggal yang ditentukan dapat diterima masuk pada level pertama formasi hidup membiara.
Bersama rekannya, Serafina Nahak, diterima secara resmi sebagai Postulan di Kongregasi Religious of the Virgin Mary (RVM) pada tanggal 01 Februari 1982 di Paroki Santo Fransiskus, Bali, Indonesia. Sedangkan temannya, Martha, diputuskan untuk dipulangkan karena sakit. Serafina menjalankan masa persiapan di Niki-Niki, Timor Tengah Selatan kemudian dikirim ke Bali, dan di sana mereka berdua diterima masuk level Postulan. Pada tanggal 06 Januari 1984 ia bersama temannya Serafina Nahak diberangkatkan dari Bali ke Jakarta dan selanjutnya ke Manila, Filipina. Sesampainya di Manila, Filipina bertepatan dengan perayaan 300 tahun pesta Kongregasi RVM.
Pada tanggal 02 Februari 1984, S. Agnes bersama 5 orang teman dari Ghana-Afrika, Tiongkok, dan Filipina diterima menjadi Novis. Mereka tergabung dalam Kelompok Internasional pertama Kongregasi RVM. Ia merefleksikan bahwa “menjadi lulusan perguruan tinggi tidak menjamin pembentukan spiritual. Formasi dua tahun di novisiat memberikan pelajaran baginya untuk memahami bahwa Allah memimpin dan mengasihi dirinya melalui pergumulan dan tantangan.”
Beliau mengikrarkan kaul pertamanya pada tanggal 02 Februari 1986 dan sebagai Putri Sulung untuk RVM Indonesia
MASA YUNIORES pada tahun 1986-1992
Dalam kurun waktu ini, sebagai Suster muda, ia juga merupakan seorang mahasiswi yang terdaftar di Universitas Sto. Tomas, Manila, Filipina untuk mengambil mata kuliah MA Bimbingan dan Konseling serta menjadi misionaris, sekaligus belajar dan melakukan pelayanan.
Dalam bukunya ia menulis “Persiapan satu tahun untuk jawaban 'ya' terakhir kepada Tuhan adalah periode integrasi dan melihat lebih dalam pada diri sendiri, setelah mengetahui kekuatan, kelemahan, kerentanan, kecenderungan, impian dan keinginan saya, bagaimana pengalaman masa kecil saya mempengaruhi perilaku selama ini, pandangan dalam memandang sesuatu, peristiwa, dan orang-orang. Itu adalah masa penyembuhan dan pembelajaran untuk melihat peristiwa dan orang-orang dengan mata baru atau visi baru.”
Maka, dengan bebas S. Agnes menyatakan ‘YA’ yang abadi kepada Tuhan pada tanggal 25 Maret 1993 di Assumption Chapel, Quezon City, Manila, Filipina. Ia mengekspresikan bahwa “Bahagia meliputi hati, relung-relung hati dipenuhi sukacita dengan menyandang kaul abadi, menyatu dengan Dia selamanya.”
TUGAS DAN PERUTUSAN
Selama 69 tahun usianya dan 40 tahun hidup membiara sebagai seorang RVM, Kongregasi mempercayakannya dengan tugas dan tanggung jawab untuk menjadi Saksi Cinta Kasih Tuhan bagi semua orang yang dipercayakan kepadanya.
Ø 1986-1988 bertugas di ICLH, Manila, Filipina sebagai Student dan Floor Moderator
Ø 1989-1991 bertugas di RVM Walikota dan Mengajar di Seminari Santo Rafael, Oepoi, Kupang
Ø 1991-1997 bertugas di RVM Asrama Muder Ignacia, Merdeka sebagai Ibu Asrama dan Directress of PMS dan bertugas di Keuskupan Agung Kupang sebagai ketua Lembaga Misi Kepausan atas permintaan Uskup Agung Kupang Mgr. Gregorius Menteiro, SVD (+).
Ø 1997-2000 kembali bertugas di Filipina sebagai Student dan Floor Moderator di ICLH Manila
Ø 2000-2002 bertugas di RVM District House, Kupang sebagai Pemimpin Komunitas dan Formator para Yunior
Ø 2002-2006 bertugas di St. Mary’s Juniorate, Walikota, Kupang sebagai Pemimpin Komunitas dan Formator para Yunior
Ø 2002-2011 bertugas di RVM District House, Kupang sebagai Pemimpin Distrik dan Pemimpin Komunitas
Ø 2011-2012 bertugas di Saint Mary’s Novitiate, Matani, Penfui
Ø 2012-2016 bertugas di Betania Retreat House, Quezon City, Manila sebagai Assistant dan Staf Overseas Mission Office dan Spiritual Director
Ø 2016-2021 bertugas di Pusat Spiritualitas Muder Ignacia, SoE sebagai Pemimpin Komunitas, In-Charge of Retreat, First District Consultor
Ø 2022-2026 bertugas di Klinik Muder Ignacia, Nunumeu, SoE, TTS sebagai Director of Retreats
Selama perjalanan hidupnya S. Agnes menulis “sebagai hamba Tuhan saya mempersembahkan diri kepada Dia yang memilih dan mengutusnya walaupun waktu dan kenyamanan pribadi disisihkan demi kepentingan umum. Seringkali menunda kepuasan, bekerja di luar jam kerja, serta mengedepankan integritas, pelayanan, dan teladan moral, bahkan rela menderita demi tujuan mulia. Ini adalah panggilan pengabdian yang menuntut konsistensi antara ucapan dan perbuatan, bukan sekadar mencari keuntungan pribadi.”
RIWAYAT SAKIT
Pada tanggal 28 Februari 2026 S. Agnes dibawa ke IGD Rumah Sakit Kartini dan berdasarkan hasil pemeriksaan saat itu ditemukan ada pembengkakan pada ginjal dan juga didiagnosa menderita kanker usus dan sudah menyebar ke beberapa organ tubuh. Kongregasi berencana untuk berobat ke Filipina tetapi karena kondisi beliau yang lemah sehingga tidak bisa melakukan perjalanan jauh.
Selama satu bulan dua minggu beliau sempat dirawat di Rumah Sakit Kartini, Rumah Sakit Umum Kupang dan Rumah Sakit Siloam. Selamat masa pengobatan ia telah beberapa kali menerima Sakramane Orang Sakit dan juga pengakuan dosa. Dalam penderitaannya ia pernah mengatakan bahwa “Saya sudah siap untuk pergi menghadap Tuhan dan kematian saya akan terjadi pada pukul 17.00 atau jam 5 sore”
Setelah mendapat izin dari pihak ICU, tanggal 12 April 2026 pada Hari Raya Minggu Kerahiman pukul 15.00 atau jam 3 sore S. Agnes bersama 2 orang Suster RVM dan kakak Perempuannya berdoa Koronka. Dan pada pukul 17.10 atau jam lima lewat 10 menit beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam Kerahiman Tuhan.
Terima kasih S. Agie…. Empat puluh tahun pengabdianmu kepada Kongregasi RVM telah menjadi inspirasi bagi kami semua. Hidupmu, sebuah bukti iman yang teguh, pengabdian tanpa pamrih, dan komitmen yang teguh, telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di hati kami. Kami juga mohon maaf karena "Sesungguhnya di balik kata maaf, ada janji untuk menjadi lebih baik menerus kebajikan-kebajikanmu.." Semoga Tuhan, yang telah Suster kasihi dan layani dengan penuh pengabdian, menyucikanmu dan sekarang menyatakan Diri-Nya sepenuhnya kepadamu.
Selamat jalan S. Agie…..Semoga Suster menikmati kasih abadi-Nya dan bersatu selamanya dalam Kerahiman Tuhan. Doakan kami anak-anakmu. Sampai jumpa dalam keabadian
"Video Misa Pemakaman Sr. Maria Agnes Liko Wathun, RVM"